Rabu, 06 Agustus 2014

Retta

"Hai, ini Retta yah, salam kenal yah, aku capung"

15 Juni 2013, Pesan yang singkat menandakan percobaan perkenalan pertama dengan wanita penjaja jambu. Ya, selepas pulang mencari data skripsi di Jogja, mungkin data yang terakhir (Deadline udah didepan mata). Diatas Bis 509 Jurusan Blok M - Depok, ditengah terik panas matahari dan nikmatnya pisang goreng. 

"Iya, ini Retta, maaf ini siapa ya"
"oh, ini Biru, temennya Wahyu, dia senior kamu di Kampus"
"Oh ada perlu apa yah?"
"ga ada perlu apa-apa sih, cuma mau saling menyapa aja sesama pendukung MU"
"MU ? maaf saya ga suka bola"
"oh, berarti pas awal-awal ngeliat kamu pake jersey MU, tak pikir kamu fans MU"
"oh, yang baju putih itu ya ? itu dikasih temen si, jadi dipake aja"
"hehe, salah yaa, dikirain fans juga"

Ya, kira-kira seperti itulah, percakapan awal antara gue dan Retta. Tipikal cewek-cewek yang agak sedikit beda. Terkesan dingin dan cuek.

Senin, 04 Agustus 2014

Retta

"Aku jemput kamu ya di bandara"
"gausah mas, bawaanku banyak dan kayaknya ga bisa naik motor"
"kamu bawa berapa banyak?"
"aku bawa satu koper gede, satu tas daypack sama beberapa plastik"
"udahlah, muat pasti. Tunggu aja yaa, aku jemput kamu nanti"
"gausah mas beneran deh"
"aku pasti bisa packing barang kamu diatas motor"

21 Agustus tahun lalu, Sore hari sekitar jam 3. Adi Sucipto airport, this first time i met her. Cardigan oranye, kacamata list hitam, koper biru, dan berkawat gigi tipis. 

"Ini baru bidadari yang dikirim dewa Siwa ke Jogja"

celoteh remaja beranjak dewasa, pertemuan pertama yang cenderung ngga kaku dan terkesan asik. Hasil pedekate 3 bulan lewat media sosial udah cukup mencairkan pertemuan pertama. 

"Retta", begitu dia menyebut namanya. "Biru" timpalku menjawab perkenalan langsung pertama kali. 

"Ini mas bawaanku banyak kan, aku naik taksi aja yah"
"yaudah kalo gitu aku ikutan naik taksi"
"motornya gimana"
"tinggal aja, ntar juga ada yang ambil"
"yaaah, jangan gitu"
"yaudah makannya diem aja, pasti sampe tujuan dan bisa dibawa ini peralatan lenong nya"
"oke lah terserah mas aja"
"nah gitu, percaya deh sama yang udah pengalaman"

Koper ditauh didepan motor matic, tas daypack dipakai didepan badan, perintilan plastiknya silahkan anda bawa dan pegang sendiri. Jalanan jogja sore itu sangat syahduu, barisan mobil besar melaju ke arah Solo, motor bebek yang saling salip menyalip seakan menjadi daya tarik sendiri. Memilih jalan agak memutar adalah strategi yang bagus untuk sedikit melambatkan sampai tujuan, walaupun kaki pegel karena ngangkang terlalu lebar, dan pundak agak pegel karena beban ransel yang lumayan berat, hati ini tetap terasa adem ayem. 

"Tuh kan bisa keangkat semua barang bawaannya"
"hehehe, iya iya, makasih yaa"
"udah santai aja. Ini kan salah satu upaya untuk menambah daya tarik pejantan terhadap betina"
"oke oke, bisa dan sukaa"
"akhirnya aku tau fungsi sebenarnya dari kaca spion itu apa"
"emang buat apa mas"
"buat melihat seseorang dibelakang dengan syahduu"
"terimakasih pencipta spion, semoga berkah untuk mau"
"hahaha, mas bisa aja deh"  

Jumat, 01 Agustus 2014

Retta

Katanya mendoakan adalah pelukan dari jauh..
katanya mencintai adalah proses mengikhlaskan..
katanya ikhlas adalah sebuah sifat yang sulit untuk dicapai..
Katanya rindu adalah soal waktu..