Sabtu, 24 Oktober 2015

Antara aku, kau dan bekas pacarmu

Selamat dini hari semesta, selamat memanjakan diri dengan empuknya kasur setelah seharian melakukan aktivitas yang semoga bermanfaat untuk kalian.

Teringat beberapa tahun lalu, dengan segala perilaku yang mungkin baru sekarang dirasakan akibatnya. Ada pepatah yang berucap, apa yang kau tanam sudah pasti kau semai. Ya itu lah kira kira hal yang menarik dan baru disadari sekarang.

Selalu ga nyaman dengan predikat *mantan. Entah mantan pacar, mantan gebetan, atau bahkan mantan nya gebetan. Untuk yang terakhir kira kira yang dirasain dini hari ini, gebetan dengan "sombongnya" pamer jalan dengan mantan.

Dan jadi serba salah ketika kita nya sudah terjebak perasaan agak dalam dengan gebetan. Mau marah dikira siapa, ngga marah tapi hati berkata apa, mau ngelarang emangnya siapa, ga ngelarang jadi nelangsa.

Dan gebetan itu selalu punya cara buat mereka terlihat tidak punya salah ketika jalan dengan mantannya, ga ada yang salah sih, cuma kadang perlu laporan sama hitler aja biar seluruh "mantan" di genosida secara berjamaah.

Malam ini, kamu berhasil membuat seluruh lagu band rock n roll kesukaan terdengar layaknya lagu dangdut melow. Oh gebetan, tidakkah kau tau disini menahan pilu dan sendu.

*noted, tamsis 01.28 wib 25 okt 2015

Senin, 05 Oktober 2015

Dyta

And after all, your my wonder wall.

Menulislah, menulislah dengan kisah yang lain. Bukankah masih banyak kebahagiaan diluar sana ?

Tertawalah, tertawa yang membuat orang disekitar bahagia, bukankah setiap tertawa menghilangkan sedih berkepanjangan.

Berkhayal lah, berkhayal dia menjadi milikmu, menggapai cerita yang baru, tidak usah terburu buru karena cinta butuh waktu.

Berdamai lah, berdamai dengan kenangan, bukankah hidup adalah harapan? Dan harapan ada dalam setiap keberanian.

*ngomong ke diri sendiri

Senin, 28 September 2015

Dyta

If you love someone you gotta let them go.

Maaf Retta, mungkin akhir akhir ini aku akan sedikit lupa dan bahkan melupakan dirimu. Tak apalah itu kan kemauan mu juga bukan? Kemauan yang selalu kau jelaskan dan tekankan. Dan lagian isi blog ini ga akan terlalu seru kalo cuma ada satu nama, terkesan agak membosankan.

Akhir akhir ini aku ngerasain kaya anak SMA. Suka nunggu wasap dari orang yang baru aja kenal, suka berharap dia membalas dengan pertanyaan lainnya. Sebab bukan kah komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang dengan saling melengkapi pertanyaan.

Hal yang lucu ketika aku pura pura tertidur sambil merencanakan untuk membalas esok hari agar bisa kembali ngbrol walaupun lewat wasap. Dan itu selalu berhasil termasuk hari ini. Hari ini dia pamit tidur duluan telat jam 01.30 dinihari tadi. Pengen sih ngucapin selamat tidur dan mimpi indah, tapi kayaknya itu bukan strategi yang bagus deh, karena takut dia ngerasa terlalu diperhatikan berlebihan. Bukan kah semua wanita tidak terlalu suka perhatian berlebih layaknya dirimu.

Untuk malam ini aku ngga akan memberikan nama nya ke kamu. Nanti saja kalo udah pas waktunya untuk kita, kita? Aku yang pas waktunya mungkin untuk mengenalkan dirinya sambil berkata aku bahagia bersama dia.

Taman Siswa 29 sept 2015, 01.57 pagi.

Selasa, 28 Juli 2015

Retta

Kadang hal hal yang ga penting kaya gini yang ngebuat kita lupa kalo kita masih saling membenci.

Where the "good" in goodbye
Where the "nice" in nice try

Bukankah keinginan selalu berbanding terbalik dengan kenyataan. Biarlah kalo memang harus seperti itu, aku tidak mau tahu.