Jumat, 05 Februari 2016

The Secret Journey

The Secret Journey", perjalanan rahasia yang di lakukan bukan untuk mencari kitab suci ke Barat atau apalah itu. Tapi ini adalah sebuah perjalanan rahasia, perjalanan yang minimal rahasia pas kita berangkat sama pulang lah, walaupun pada akhirnya mereka udah tau kalo kita jalan. perjalanan yang dimulai pada tanggal 6 desember 2010 ini bertujuan ke wilayah Jogjakarta, sebuah kota sejarah yang sekarang lagi "di obok-obok" keistimewaannya oleh pemerintah pusat. Tujuan utama perjalanan ini adalah pantai selatan Jogja, kami pun segera bergegas untuk sekedar "lets get lost" tagline National Geography yang sejak saat kita pergi udah menjadi pedoman kita.

Senin 6 desember 2010

11. 40 : (Uta), Duduk di depan peron no jalur kereta no 10, menunggu "kereta setan" dan lawas Gaya Baru Malam dan dapat tiket berdiri, "berharap si Cina ga ngeluh dan perkasa". Inilah awal dari sebuah catatan perjalanan kami yang akan segera menemukan sedikit kedamaian ditengah kesibukan kampus dan suasana Ibukota yang udah ga menjamin kedamaian, bayangkan setiap hari ada demonstrasi menuntut kampus agar selalu low profile dalam segi pembayaran.

(Monyet) : "hmmm..tergantung...payah..apakah ini pertanda baik atau buruk, kita liat saja nanti.."oh ya perlu diketahui bahwa kita terlihat seperti anak kembar, kaos putih beli di lombok dan kacamata minus dengan list hitam"..wee..*tulisan perjalanan awal kami di stasiun kota.

12. 15 : (Monyet) : "nunggu diusir", dasar tuh tukang koran..eek banget ! udah jalan nih kereta nya.

(Uta) "akhirnya nih gerbong tua jalan juga, apakah kita akan di usir dari sini ? oo tidak bisa, sebuah awal perjalanan yang baik, karena kita masih bisa nempelin pantat minimal sampe jatinegara lah asumsi kita waktu itu.

Perjalanan pun dimulai, *jadi ini adalah penjelasan apa itu kereta setan. Gaya Baru Malam adalah kereta ekonomi yang mempunyai tujuan Surabaya dari Stasiun Kota Jakarta, dan tiket Gaya Baru Malam yang kita punya tidak punya nomer tempat duduk, dengan kata lain kita bakalan berdiri sampe Surabaya. Untungnya kita mendapatkan kursi yang kosong karena orang nya belum datang, *dengan kata lain kita masih bisa menempelkan tubuh kita dengan bangku. Stasiun Senen terlewati, Jatinegara, dan menuju stasiun Cikampek

13.10 : (Uta) Apakah kita akan di usir, sejauh ini belum. di sebelah terdapat ibu ibu yang nge gosip, di depan ada orang beli topi, tapi ga bisa cara gedein sama ngecilinnya. Taplak dah.

(Monyet) bersyukurlah dengan segala keadaan...lengket banget dah nih kereta, udah lama ga naik kereta ekonomi jadi agak adaptasi lagi sih sebenernya. ada yang nge rokok lagi, males dah.. mas mas yang ada di depan gua, tepatnya mas yang sebelahnya lagi, terlihat sangat pasrah, "aku ga tau dia kenapa" mungkin dia pengen pinjem kipas "ikan monyong" PUNYA GUE sebenarnya. pahit memang.."yaa dangdut beraksi"

(Uta) "senyumnya pasrah dan tak bergairah,

(Monyet) "dalam hatinya berkata, "peluk aku". jiah dia salting malah garuk garuk dada, padahal di minta uang sama penyanyi dangdut.

kereta udah nyampe daerah cikampek , "wah kali ini asumsi kita bilang kalo kita beruntung memilih tempat duduk di gerbong delapan, dengan no bangku 5A dan 5B, karena udah nyampe stasiun cikampek belum terlihat juga sosok yang akan memempati tempat duduk ini. Sebuah perjudian yang besar rupanya.*hehehe dengan sedikit keberuntungan dan doa kita masih bisa duduk.

14.00 : (Uta) Cikampek, masih sama dan belum diusir, masih duduk disamping cina yang kadang-kadang nyebelin. *dengerin lagu KLA Project yogyakarta ".

(Monyet) : Jadi gini, didepan gua ada 2 mas mas yang satu muda yang satu lagi udah berusia cukup lanjut, bisa dilihat dari seberapa tebal kumisnya dia (uta kalah ! ), mereka beli kopi, eh si muda masa tadi sempet minum punya yang tua, salah gelas gitu katanya tadi, sepik banget ! sekarang yang tua lagi pose dengan 1 tangan diangkat keatas jendela dan 1 lagi pegang rokok..cool banget, gua pengen banget nanya sama mas mas itu "keluarga sehat mas ?"..banyak pikiran banget kayanya.

Dengan segala keanehan dan kelucuan mereka, sedikit banyak membuat kita ketawa dan terhibur, apalagi ketika si mas mas tersebut tersenyum hanya setengah saja..sepertinya tidak ikhlas dengan keadaan yang ada. hehehe.

14.45 :(Uta) belum beranjak dari tempat duduk, si Cina cakep juga dengan gaya rambutnya digituin. *model rambut dikuncir dengan poni dijepit dan kelihatan bahwa jidatnya agak sedikit berlebih. walaupun mukanya berasa di Pasar Baru, asik dah pokoknya.

(Monyet) : Makasih yah

(Uta) : Kita kedatangan tamu baru nih, remaja kelahiran 1930 an mukanya bersahaja dan nyambung banget sama "oknum"

(Monyet) : "oknum lebih ceria dengan kedatangan ce es annya ini, "ta emang lo ngerti, sok sok pasang kuping apa laper ngeliatin sang remaja makan. Jadi inget sama lagu burung kakatua "tinggal dua". ini si "oknum" pengen gua tampol dah !! asep rokoknya masuk idung gua semuanya.

Itu adalah *field note yang kita tulis selama perjalanan ke Jogja, cuma sampe jam 14.45 karena selepas itu kita berdua tertidur sampe Jogja. Ketika di Jogja malah ga sempet nulis field note, ya gapapa deh yang penting seru dan menyenangkan. Terimakasih Stenisia "Cina" Pantau.

Achmad Sofyan
Jumat 10 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar