Komunitas
dalam pengertian sederhananya adalah, sekelompok orang yang memilik passion yang sama terhadap suatu hal yang umumnya mereka sukai. Sebagai contoh,
komunitas sulap yang terdiri dari pesulap amatir dan profesional yang bergabung
dan berlatih trik sulap mereka satu sama lainnya. Atau komunitas cosplay, yang sekalinya berkumpul mereka
dengan bangga memakai kostum manga idola mereka masing-masing. Sedangkan
pengertian sederhana dari tujuan adalah
suatu hasil akhir atau segala
sesuatu yang akan dicapai. Beberapa
tujuan yang dapat diukur nilainya biasa disebut dengan target. Hal ini menyederhanakan kata target menjadi sebuah kata khusus, sedangkan tujuan adalah kata
yang terlampau umum dan tidak bisa dihitung nilainya. Beberapa tujuan bisa
berakhir dengan tujuan yang khusus dan beberapa menjadi tujuan yang umum. Lalu
apa kaitannya tujuan dengan komunitas ? hal yang menarik untuk dijelaskan lebih
lanjut.
Dewasa
ini manusia hidup dengan tekhnologi
yang canggih dan akses yang mudah untuk berkomunikasi dengan sesama manusia
lainnya. Jarak ribuan kilo meter yang
dahulu kala wajib ditempuh dengan kapal laut atau kereta kini hanya berbentuk
paketan data. Paketan data itu bisa digunakan untuk segala aplikasi yang
bisa mempermudah dan bahkan mempersulit manusia itu sendiri. Budaya narsis
berkembang, generasi menunduk tergambar dan perangai mencari sebuah daya
listrik seakan akan menjadi sebuah budaya yang menjadi trendsetter pada zaman
ini. Termasuk dalam hal bertujuan berkomunitas yang pertama. Kalau pada masa
kolonialisme Belanda, para pahlawan berkomunitas dengan satu tujuan Indonesia
Merdeka, manusia pada masa sekarang berkomunitas dengan satu tujuan narsis dengan bantuan kamera dan
paketan data. Dan seharusnya komunitas merasa sangat terbantu dengan manusia
yang bertujuan seperti ini, karena tidak perlu ada lagi propaganda mengenalkan komunitas nya. Tinggal repost dan ditambah
dengan caption yang keren gaya gaya zaman perjuangan. Seharusnya dalam open
rekruitment komunitas yang baru, Jangan
lupa disertakan pula batas minimal followers dalam media sosial calon anggota
tersebut.
“Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling mengenal”. Kalimat tersebut adalah
potongan ayat dari surat Al-Hujurrat
(49,13). Tergambar jelas, untuk bertujuan berkomunitas yang kedua adalah
mencari pasangan diantara kamu yang pasti berbeda bangsa atau suku, kalau kedua
suku dan bangsa tersebut sama. Minimal
jenis kelamin nya yang berbeda. Tidak ada salahnya manusia yang bertujuan
berkomunitas model seperti ini. Karena sejatinya berpasangan adalah hak segala
manusia yang tinggal dan menetap di muka bumi. Interaksi yang terlampau sering
dalam berkegiatan, terkadang menimbulkan benih-benih yang memperkuat hormon pheromone menjadi memuncak. Makannya
bagi sebagian pemuda yang terlebih dahulu ikut berkomunitas, pada masa penyaringan
anggota baru selalu memperkuat pheromone yang
ia punya.
Manusia adalah makhluk
sosial, meminjam salah satu istilah dari
Aristoteles zoon politicon. Dalam istilah ini Aristoteles menggambarkan manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat. Sedangkan Adam
Smith menyebut istilah untuk makhluk sosial ialah homo homini socius
(manusia adalah sahabat dari manusia). Yaps, dalam kehidupan manusia
membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya. Inilah bertujuan berkomunitas
yang ketiga. Mereka membutuhkan kegiatan
yang banyak berinteraksi dengan manusia lainnya. Dan bahkan beberapa orang
terjebak dalam banyak komunitas
untuk terlibat dalam banyak interaksi dengan manusia lainnya. Mereka mengikuti
berbagai macam komunitas baik yang
mereka sukai atau bahkan karena ada temannya didalam komunitas tersebut.
Manusia jenis ini adalah manusia yang sangat menikmati interaksi dengan
berbagai macam jenis manusia lainnya. Banyak istilah yang berkembang sebagai double
agent.
“Tuntunlah ilmu hingga ke
negeri Cina.” Sebuah hadits yang
kini diributkan soal keasliannya itu menjadi salah satu bertujuan berkomunitas yang berikutnya. Terlepas dari benar atau
tidaknya hadits diatas, salah satu yang dapat diambil makna nya adalah, belajar
lah dimanapun kalian mau belajar. Jangan sampai terbatas waktu, tenaga dan uang. Beberapa puluh tahun yang lalu, uang
memang menjadi kendala dalam belajar. Tapi sekarang tidak lagi, ratusan
beasiswa dalam dan luar negeri sangat mudah diakses. Dan banyak dari
beasiswa tersebut yang menyertakan living
cost untuk penerima nya. Tapi beasiswa pasti memiliki syarat yang harus
dilewatkan. Selain jurnal dan sertifikat akademis, beberapa beasiswa juga mencantumkan syarat sertifikat dalam bidang
sosial masyarakat. Dan komunitas lah yang menjadi salah satu penyedia
layanan sertifikat tersebut. Pada akhirnya beberapa manusia yang mengejar
beasiswa mencoba mengikuti komunitas sebagai sarana mendapatkan sertifikat.
Berinteraksi
dan berkomunitas ternyata bisa mendapatkan
pekerjaan ? loh kok bisa. Link atau bahasa sederhana nya jaringan adalah
salah satu sebab ternyata dalam berkomunitas kita bisa mendapatkan pekerjaan,
interaksi dengan berbagai macam manusia yang memiliki latar belakang berbeda membuat mereka saling mengenal dan bahkan bisa memberikan pekerjaan. Dalam hal ini
mungkin terjadi kolusi yang tidak
terlalu buruk karena mereka terkadang masih mempertimbangkan skill manusia yang
akan diberikan pekerjaan. Dalam hal ini ada satu istilah yang menari dari
Thomas Hobbes homo homini lupus (manusia
adalah serigala dari manusia lainnya). Bertujuan berkomunitas yang paling umum
dan paling sering erat kaitannya dengan self
development dan ke selo an dari
manusia manusia yang berkomunitas.
Dari
berberapa bertujuan berkomunitas diatas, bisa dijelaskan manusia hidup berinteraksi dan membentuk komunitas dengan tujuan yang
berbeda-beda secara pribadi. Tetapi punya tujuan yang sama secara komunal
sebagai sebuah komunitas. Dan ketika
target kalian yang punya arah dan ada batasnya tersebut terlaksana. Usahakanlah
tetap mencintai tujuan anda berkomunitas secara komunal, menghidupkan
komunitas-komunitas anda yang sudah berjalan. Mencapai tujuan komunal
komunitas yang pasti punya tujuan membantu pengembangan masyarakat diluar
komunitas tersebut. Dan jagalah ruh komunitas-komunitas yang anda ikuti dengan
ruh yang ada sebelumnya. Sebab “dimana bumi dipijak, disitu langit
dijunjung”. Mengutip istilah dari sir Alex Ferguson “tidak ada oranng yang bisa
lebih besar dari komunitas (tim) itu sendiri”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar