Akhirnya kita berdua pacaran, tentunya setelah merasakan tamparan dari Yuri kakak kelasku. Yuri bisa main gitar, tomboi dan memiliki tangan besar (salah deh, itu si Yudi temanku yang setiap pagi ngelapin sepeda Wimc*cle hadiah sunatan adiknya).
Rani adalah rani, dengan rambut kudanya (pony tail), masih dengan sorot matanya yang tajam (Harimau eyes) dan masih dengan hidungnya yang megar (Pig Nose). Selama kita pacaran, Rani selalu kecanduan suaraku, makannya dalam sehari dia bisa telpon ke rumah sebanyak 5-6 kali. Pernah waktu itu Rani telpon aku cuma pengen ingetin kalau di luar hujan dan dia di dalam rumah. Rani oh Rani, dia tetap Rani pacar SMP ku.
Selama masa pacaran Rani selalu sabar dan tidak pernah mengeluh, walaupun aku ngga pernah ajak dia jalan ke Mall atau sekedar menikmati paket attack K*C yang waktu itu masih 5ribu dapat ayam, nasi dan minum. Rani juga selalu sabar melihat aku main dengan teman-temanku di kelas dan ngga pernah ngajak Rani makan nasi uduk Roni yang enak sekali (ini beneran namanya Roni, dan bukan kakaknya Rani).
Rani adalah wanita yang sabar dan ga gampang menuntut, waktu itu aku hanya sekali mengantar Rani kerumah dan tidak mampir. Rani juga hanya sekali aku ajak jalan-jalan selama kita pacaran dalam waktu 6 bulan. Rani juga yang selalu melihat ke arahku dari lantai dua ruang kelasnya ke lapangan basket ketika aku di jemur karena meminta uang anak SMA sebelah (Palak bahasa jermannya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar