Senin, 26 Mei 2014

RETTA

Lampu jalan Kota Jogja agak redup malam ini, aspal masih basah sehabis hujan sore tadi. Sepanjang jalan Lingkar Luar Utara Kota Jogja masih sepi, salah satu jalan yang sering dipergunakan oleh kendaraan besar yang akan masuk atau keluar kota Jogja itu dibeberapa bagian sedang ada perbaikan. Memasuki jalan Kaliurang yang masih ramai dan entah kenapa ada keinginan untuk sedikit memutar sebelum memutuskan untuk balik kosan sehabis kerja. 

Di Perempatan motor sengaja ku arahkan ke kiri, ada pos polisi yang sudah tidak ada polisinya disana, jangan tanya kenapa karena jam kerja polisi terbatas. Dan biasanya jam-jam segini (sekitar jam 1 malam) pak polisi melayani masyarakat di kantornya atau di pusat hiburan malam. Sebrang pos polisi ada pom bensin, petugasnya malam ini ada yang cantik, sekitaran 25 tahun usianya, namanya Sari, sempat terjadi percakapan sesaat dengan Sari.

"Berapa Liter mas?"
"Full tank mbak"
"Dimulai dari 0 ya Mas?"
"Ngga usah mbak, saya lagi ga niat balikan, apalagi pacaran"
"Maksudnya literannya Mas dimulai dari NOL"
"Hehee, oh silahkan mbak di isi"

Setelah puas mengisi bensin dan menggoda Sari (dia adanya setiap malam selasa diatas jam 10) ini penelitian sungguhan loh. Kalau malam selasa ga ada Sari, dia pasti lagi sakit dan penggantinya juga lumayan cantik tapi kumisan, "SARNO" namanya.

Motor pun kembali melaju ke Selatan, jangan tanya kenapa? karena kosan ada di Utara, di Utara ada gunung Merapi dan di Utara dingin sekali, sedang di Selatan ada Nyi Roro Kidul, temannya Sari dan Ibunya Sarno. Jarak 15 meter dari Pom Bensin, sebelah kiri jalan ada Tukang Bubur dan Batagor, masih inget ngga waktu kamu menahan lapar di kosan dan kesakitan karena kedatangan tamu yang setiap bulan selalu datang, ga bawa oleh-oleh malah buat marah-marah. Waktu itu aku ke kosan dan mengajak dirimu pergi mencari makan, dan kita akhirnya memastikan bahwa tukang bubur itulah yang menjadi pilihan (waktu itu tukangnya belum naik haji, tapi sudah umroh). Waktu itu kita bungkus makanan dan makan dipiring, diatas meja, pakai sendok tanpa garpu, itu pun karena kita makan bubur jadi ngga pake garpu. Kamu bilang bubur itu ngga enak, tapi kamu habisin, suka gitu deh, suka ngabisin buburnya orang.



1 komentar: