Sabtu, 17 Mei 2014

Kisah Seorang Penjaja Jus Jambu

Kalo ngga salah waktu itu gerimis turun dengan mesranya, ditengah alunan suara band sebuah acara musik di Kampus Jogja. Kalau ngga salah waktu itu pandanganku hanya tertuju kepada panggung utama di halaman kampus. Kalau tidak salah juga seorang kawan menepuk pundakku dan berucap "dab arah jam 3 asik banget".

Arah jam 3, seorang wanita berseragam Manchester United warna putih
Arah Jam 3, seorang wanita berkacamata manis dengan jidat yang berkilau
Arah Jam 3, seorang wanita manis, manis banget menjajakan Jus Jambu

Sebagai seorang lelaki yang waktu itu mempunyai seorang pasangan, aku hanya bisa mengagumi wanita penjaja jus jambu yang terkena gerimis dibawah lampu, dan dia mengelus air hujan di jidatnya yang agak maju.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar